Showing posts with label diary. Show all posts
Showing posts with label diary. Show all posts

Tuesday, January 11, 2011

jangan simpan negatifmu....

hidup yang dinamis adalah hidup yang selalu berganti rasa. terkadang pahit, asam, manis dan asinnya kita rasakan. Semua rasa datang dan pergi silih berganti.
Rasa yang manis dapat meningkatkan energi positif. wajah penuh senyum, bersemangat dan bergairah. Semangat yang menggelora terwujudkan dalam karya. hmmmm... berbunga- bunga rasanya... seandainya setiap hari aku bisa menikmatinya...

Rasa pahit paling tak disukai, saya pun demikian. Sangat tidak suka rasa pahit. Susah sekali mengembalikan mood ketika sdh bertemu rasa ini. argghhhhh.... kalau sudah begini cenderung tidak bisa produktif, karya pun mandeg. rasanya gak enak banget...

Belajar berhidup artinya belajar bersyukur dan ikhlas.
belajar untuk mampu menerima keadaan apapun dengan apa adanya.
Banyak hal yang kita inginkan, kita mintakan kepada Tuhan setiap hari.
Kita upayakan agar berhasil sempurna. Tetapi seringkali apa yang kita inginkan dan kita upayakan tidak sesuai, bahkan kebalikannya. Muncullah negative thinking.. prasangka buruk terhadap orang-orang di sekeliling, terhadap diri sendiri, terhadap alam, terlebih kepada Tuhan.
Berbagai prasangka buruk yang terpendam tak pernah terlontarkan menumpuk, mengendap dalam diri. Tersimpanlah energi negatif yang semakin hari semakin besar.
Berat rasanya melalui hari-hari dengan beban energi negatif.

Seringkali saya mendengarkan ceramah ustadz ustadzah, mencoba menemukan rasa sejuk dan ringan... namun seringkali gagal.... lantas di mana harus mencari sejuk dan mendapati diri yang ringan???

Lagi- lagi terngiang nyanyian bersyukur dan ikhlas,... nyanyian ini begitu erat dan akrab namun sangat tidak mudah dijalani. benar- benar butuh perjuangan berat untuk mampu menjalaninya. dan saya....
jauh panggang dari api. setitikpun saya belum mampu menjalaninya.
Semoga Tuhan masih sudi mengajariku...
untuk belajar berhidup....

Wednesday, May 19, 2010

Anakku, cintaku...



Nak, tidak terasa ternyata kau sudah semakin besar.
dua tahun terasa begitu cepat. Masih segar rasanya ingatanku detik-detik menjelang lahirmu. Memelukmu hangat, mencium harum badanmu, merasakan detak jantung dan napasmu, rasanya tidak pernah bisa membuatku puas.

Nak, tolong maafkan bunda. Yg blm mampu menjagamu dg baik. Yang masih mudah marah saat kau merajuk.

Nak, bersyukurlah atas semua yang kau dapat. Bersyukurlah karena Tuhan telah menempamu sejak dini. Bersyukurlah karena suatu saat akan kau terima permata yg kemilau. Doa bunda menyertaimu...

Alloh, kumohon jaga anakku... Kumohon lindungi cintaku...

Malang, 24042010

Wednesday, November 11, 2009

Tak Ada Yang Sempurna


Keputusan menjadi ibu yang bekerja memang tidak mudah. Banyak hal yang harus bisa dimenej sehingga bisa seimbang baik dalam keluarga, maupun dalam profesinya. Banyak hal yang musti dipertanggungjawabkan secara proporsional. Butuh energi yang besar untuk mampu menjaga agar balans.

Aku memang tidak sepakat dengan paham Patriarki, yang mengutamakan kepentingan para lelaki sebagai pemimpin baik dalam rumah tangga maupun bidang yang lain. Sehingga dalam banyak sisi perempuan tidak diperlakukan secara utuh sebagai manusia dengan segala potensi yang patut untuk dikembangkan dan diaktualisasikan. Tapi aku juga bukan seorang feminis. Yang menuntut persamaan hak sebagaimana laki-laki tanpa ada batasan apapun. Bahkan parahnya, kalau laki-laki bisa poligami maka perempuan pun bisa poliandri *boleh juga tuh!! wkwkwk...

Beruntungnya aku karena mempunyai partner yang tidak memasung kreativitas maupun potensi yang ada dalam diriku. Bukan hanya untuk aktualisasi diri, tetapi keyakinan bahwa setiap individu adalah pemimpin. Paling tidak sebagai pemimpin bagi diri sendiri yang kelak akan dipertanggungjawabkan sediri dengan sang Khaliq. Apalagi jika dengan potensinya mampu turut serta mewujudkan tatanan masyarakat yang diridhoi Allah.

Aku mengakui gerak langkahku masih kecil. Dan mungkin juga belum banyak kontribusi yang bisa kulakukan untuk ummat. Semua serba terbatas. Sebagai istri dan ibu, aku masih sangat memerlukan bantuan si embak untuk meringankan tugas di dalam rumah. Sebagai anak, yang ada hanya selalu merepotkan orang tua sejak dalam kandungan sampai setua ini, ampyuuuuunn. Belum lagi label-label lain dalam diri baik sebagai individu maupun makhluk sosial, belum ada hal berarti yang kulakukan.

Hanya hal remeh temeh yang bisa ukerjakan, menemani Arsyad bermain. Menyaksikannya bertumbuh dan berkembang. Bermain bersama anak-anak di sekolah. Menyaksikan mereka mempelajari hal-hal kecil di sekitarnya. Menikmati celoteh polos. Terkadang membayangkan hal indah, Inilah para calon pemimpin bangsa. Atau bahkan bayangan mengerikan, akan jadi apa anak-anakku yang putus sekolah. Jadi gembel, pengemis, preman, sampah masyarakat???? Naudzubillah mindzalik!!!

Menurutku, bagaimanapun juga akar perempuan adalah ranah domestik rumah tangga. Aku sangat memuji seorang perempuan yang mendedikasikan dirinya utuh demi anak-anak dan keluarganya. Bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Tantangan yang setiap hari dihadapi memerlukan energi tingkat tinggi. Kemampuan menangkap perkembangan zaman juga mutlak diperlukan. Untuk anak-anak yang berkualitas unggul diperlukan para ibu yang cerdas!!! Para ibu yang mau belajar terus tanpa mengenal batasan usia. Dan yang paling penting harus ada partner yang selalu siaga!

Ayuuuk belajaaaarrrrr!!!!!

Mlg, 111109

Thursday, May 7, 2009

Arsyad dan Ayah *_*

Gini nih, kalau ayah sedang asyik di depan kompinya. Sampai-sampai ada Arsyad pun tetep dicuekin. Tapi karena rayuan maut Arsyad, akhirnya si ayah mau juga diajak main. Wakakaka :))
Foto ini diambil 4 bulan yang lalu, saat Arsyad berusia 8 bulan di ruang tv.






Tuesday, May 5, 2009

Terserang Sindrome Malas :(


Wuaaaaaaaahhhh. Lama banget gak bercuap2 curhat di blog ini. Bukan sok sibuk tetapi beberapa bulan terakhir ini memang sedang konsentrasi di beberapa hal. Halah, apologi, tetep saja sok sibuk namanya :D
Tapi sebenarnya faktor paling utama kenapa tak menulis lagi adalah karena terkena sindrome malassss!!!!
Malas, rupanya penyakit tua ini masih seringkali mendominasi. Beraaaat rasanya untuk melawannya. Banyak teman yang menyemangati untuk terus bikin tulisan tapi tetep saja susyeee untuk memulai. Maafin ya, temans :(
Banyak hal yang pingin kuceritakan tapi bingung harus memulai dari mana. Mulai dari cerita tentang kemesraan Arsyad dengan si Miuw, kemesraan Arsyad dengan ayahnya, keikutsertaan Arsyad dalam lomba merangkak beberapa bulan lalu, sampai sibuknya diriku saat wara wiri dalam pemberkasan lanjutan setelah SK turun.
Nanti dehh, habis ini nulis lagi hal2 ringan yang terlakoni setiap hari. Semoga bisa konsisten.
whuaaahhh...nguantuk banget.... bobok dulu aaahh... besok dilanjut lagi

malang, 060501

Wednesday, March 4, 2009

Aseeek, dapet Award ^_^


Ups siapa yang dapet Award???? Akyuuu??? Jauuuuuuuh, buuuuk :)) hahaha
Kemarin malam si Ayah pulang dari kantor sambil bawa boneka panda aneh.
"Dari mana nih, Yah?" tanyaku menyelidik, gak biasanya ayah beli boneka segala.
"Dapat hadiah dari kantor" jawab ayah tersipu. (lho kok tersipu???)
"Kok... dalam rangka apa?" tambah penasaran
"Perusahaan ulang tahun, ada award berdasarkan polling di kantor. Nah, aku menang award kategori Paling Pendiam"
Hahaha....Gak heraaaan. Si Ayah tuh emang terkenal paling pendiem di kantornya *menurutku sih jaim* :D hohoho, piss, Yah!

Dalam rangka memeriahkan ulang tahun perusahaan tempat si Ayah bekerja, diadakan polling dengan kategori aneh-aneh yang ditujukan ke sekira seratusan karyawan. Nah si Ayah menang kategori paling pendiam.
Untung aja nggak dapat award kategori paling dekil hihihi. Karena ada salah satu karyawan yang mendapatkan award dengan kategori tersebut. Kalau sampai dapet, mau ditaruh di mana mukaku sebagai istriiiiiiii :(

Malang, Rabu,040309

Monday, March 2, 2009

Wedang Jahe Hangat, hmmm...*^


"Bung..bung..bung.." bukan teriakan orang manggil pemuda selayaknya tahun 60an lho!
Itu bunyi bunyi perutku yang kembung minta ampun. Bukan maagh lho, tapi gara-gara masuk angin *ngira2 sendiri* :D
Gimana gak masuk angin, laah beberapa hari ini malang duingin bianget.
Hujan mengguyur nyaris tanpa henti sejak seminggu terakhir.
"Mana ujan, bechek, gak ada ojhek" menyitir Cita Laura :D hihihi
Alhasil masuk angin deh, badan pegel-pegel, perut kembung.

Celingak-celinguk ngobrak-abrik isi kulkas, aaah, akhirnya nemu beberapa ruas jahe dan kayu manis.
Dapat ide untuk bikin wedang jahe nih.
Segera kukeluarkan kedua bahan itu. Setelah mengupas kulitnya, jahe kucuci lalu kuparut.
Jahe yang telah diparut kurebus bersama dengan kayu manis. Hmm..aromanya sedaap :D
Tapi kayaknya kok masih kurang ya, hmm... sere!!!

Aku segera ke luar rumah untuk mengambil beberapa batang sere.
setahun yang lalu aku menanamnya di depan rumah, semula sih hanya tiga bulir kutancapkan.
Sekarang berubah jadi tiga dompol rimbun banget. Lumayan buat ngusir nyamuk :D hihihi
Sere yang telah kuambil, kucuci lalu dicemplungin ke panci bareng jahe dan kayu manis.
Hmmmm...aromanya tambah suedddappp....*ngiler*

Hmmm....maghrib datang, slruuuup...aahhhh..wedang jahe hangat menjadi minuman pembuka puasa.
Mana hujan-hujan dan duingin begini, nikmat banget deh :D hohoho
Arsyad sudah bobok, si ayah masih di kantor.
Ngeblog ajah aaah...ditemani secangkir wedang jahe hangat plus roti bakar, hmmm nikmat.
Badan jadi anget banget. Nikmatnya lagi, kembungku ilaaaaang.
Hayooo, sapa mau wedang jahe? Ke Malang ajah :P

Thursday, February 19, 2009

^Si Miuw telah Kembali^


Meooong!!...meooongg!!!
Jeritan Si Miuw membahana dalam rumah. Arsyad sampai terkejut mendengarnya.
Si Miuw masuk rumah dengan melompat dari jendela ruang tamu.
Kondisi Miuw kali ini berbeda dengan biasanya.
Dia tampak lusuh, agak kurus dengan rambut yang tak beraturan.
Suara meongannya tak seperti biasanya. Bukan hanya bernada memerintah, tetapi jeritan histeris.

"Aku pulaaaaang, aku lapaaaar, aku capeeeek!!!!" Kira-kira begitu terjemahannya.
segera kusiapkan makanan super enak, dan susu.
Miuw makan dengan kalap, kalaparan syiih :D hohoho
Dalam sekejab makanannya habis, hanya saja susunya tak mampu dihabiskannya. Kekenyangan barangkali :D hihihi
Ayah Arsyad yang masih dikantor kukabari kalau si Miuw sudah balik lagi.

"Fiuuuh... Syukurlah :)" ujar Ayah Arsyad lega.
Iin, adik ayah Arsyad yang sekarang di Jakarta pun turut lega begitu tahu si Miuw kembali.

Aaah, akhirnya kucing kesayangan Arsyad dan ayah balik juga.
Tiga hari sudah si Miuw tak pulang membuat ayah Arsyad gusar tak karuan.
Saya dan ayah Arsyad sampai keliling kompleks untuk mencarinya, siapa tahu mungkin nyasar atau luka sehingga tak kuat untuk berjalan pulang.
Namun usaha yang kami lakukan nihil.

"Di mana si Miuw, masih hidup gak ya?" gumam ayah cemas.
Memang tak seperti biasanya, Miuw yang tak banyak ulah bisa juga menghilang.
Dibandingkan dengan Induknya, si Puss Elek. Si MIuw bisa masuk kriteria kucing kampung "priyayi".
Jika si Puss Elek punya kegemaran "mengorek" isi tempat sampah, si Miuw sama sekali tak tertarik.
Yang biasa dilakukannya hanya terpekur memandangi ulah simboknya mengais rejeki di tempat sampah.
"Ihh...gak level!!!" Begitu barangkali terjemahan bahasa tubuh si Miuw *sok tahu mode on* :D

Tak tahu apa sebab si Miuw bisa menghilang selama tiga hari.
Kami telusuri sehari sebelum kejadiannya, tak ada yang aneh dngan si Miuw.
Jatah makan juga tak telat diberikan, juga tidak dikurangi.
Hmmmm....Apa mungkin begitu tabiat kucing yang beranjak remaja ya.
Karena sekira setahun yang lalu si Puss Elek pun pernah hilang selama dua hari.
Pulang-pulang dalam keadaan badan kurus kering dan linglung. Ada-ada saja :D hahaha

Temans ada yang tahu gak, kenapa tabiat kucing suka aneh-aneh.
Tapi hebatnya beberapa hari tak pulang, tapi mereka masih bisa kembali lagi.
Padahal mereka kan gak bawa peta ya :D qiqiqiq

NB:
Foto diambil dua jam setelah si Miuw kembali. Kurus ya :( hiks
Untuk tahu cerita sebelumnya tentang sejarah si Miuw dan Sipus Elek, langsung klik dan baca postingan ini "Hikayat Si Puss Elek".

Malang, senin, 160209

Monday, February 9, 2009

Gara-gara Luna Maya


Sabtu kemarin agak terjadi kehebohan di kantor ayah Arsyad.
Apa sebab? Karena si cantik Luna Maya datang.
Siapa coba yang gak kenal Luna Maya.
Artis cantik yang karirnya tengah naik daun ini didaulat menjadi Ikon perusahaan tempat ayah Arsyad bekerja sejak setahun ini.
Dasar anak-anak Malang jarang ketemu artis ibu kota, girang bukan kepalang saat Luna datang :D hehehe

Nah di rumah juga sempat agak heboh, pasalnya ayah Arsyad menolak saat aku mengajaknya ke kantor. Laaah jarang-jarang ketemu artis cantik kaaan... itung2 ketemu kembaran! Gubrakkk!!! *ngaca dooong* :P

"Buat apa, libur kok ke kantor. Mendingan tidur" katanya
"Laaah, kan jarang-jarang , Yah" sanggahku
"Halah, gak penting ah. Males aku." lanjutnya
"Yaaaaahhhh..." Aku mendesah dengan ekspresi agak kecewa *padahal tipu-tipu :P khu khu khu*
"Naaah, kalau yang datang pak Amin Rais, aku mau datang!"
"Huuu... ayah jaim tuh" aku seenaknya nuduh :D hihihi
"Biarin!, emang gak penting kok! Wong cuma Luna Maya aja!" balasnya

Sejujurnya aku sih gak pingin-pingin amat untuk ketemu Luna. Cuma pingin godain ayah ajah. Gimana reaksinya saat ada artis cantik.
Meskipun sebenarnya agak sayang juga sih. Coba bayangin, jarak kantor dengan rumah hanya tiga menitan naik motor, kalau jalan paling cuma sepuluh menitan.
Tapi memang dasar si Ayah sok jaim! :P *piss, Yah*

Sebagai ganti karena ayah tak mau mengajakku ke kantor untuk ketemu artis cantik.
Ayah mengajak aku dan Arsyad ke Tempat favoritnya, Toga Mas.
"Aseeeeekk..." girang dalam hati.
Akhirnya kami bertiga meluncur ke Toga Mas. Arsyad juga kegirangan lihat buku warna warni :D
Alhamdulillah, aku bertemu dengan bukunya Pak Muh yang judulnya "Hidup Lebih Bermakna". Mana buku ini tinggal satu-satunya pula, fiuhhh :-O

Ternyata ganti gak ketemu Luna Maya malah lebih nikmat :D hihihi
Syukurlah ayah Arsyad kekeh gak mau ke kantor, meskipun terus-terusan kuledek "ayah jaim". Tapi sejujurnya aku yang lebih senang :D hohoho

Malang, Ahad 080209

Sunday, February 1, 2009

Lagi-lagi....


Lagi...
Hari ini ayah Arsyad mudik untuk menyelesaikan beberapa hal penting. Lusa baru kembali. Semoga saja semua urusan lancar dan dapat kembali dengan selamat. Cepet pulang ya, ayah sayang ^_^

Kembali menikmati saat-saat berdua dengan pangeran kecilku, Arsyad, sungguh indah. bermain, bercakap, bercanda berdua. Beruntungnya memiliki pangeran kecil yang pintar. Sejak lahir hingga usia sembilan bulan rewelnya Arsyad bisa duhitung dengan jari. Itupun pasti ada sebab. Mungkin ibu di belahan bumi yang lain sering dibuat begadang oleh buah hatinya. Namun tidak demikian denganku. Aah, beruntungnya aku.

Lagi...
Hari ini Arsyad membuatku terpukau setengah tak percaya setelah dua minggu yang lalu ia melakukan hal yang sama. Tangisku kembali pecah sejadi-jadinya menyaksikan anak-anak Palestin berguguran akibat kebiadaban Israel. Dan lagi-lagi Arsyad menghapus air mataku lalu memelukku erat. Seolah mencoba menghibur,
"bunda, jangan nangis ya?"
Mungkinkah anak sekecil Arsyad mampu mengerti perasaan bundanya sedemikian hingga???

Ahhh....
Lagi-lagi nikmat Tuhan yang mana yang hendak kudustakan...

Malang, ahad, 010209

Monday, January 26, 2009

Sang Penolong


Waaaah, hari ini rumah kontrakanku kinclong, bersih banget. Mulai dari ruang tamu, kamar, sampai dapur rapih jalih. Semua buku tertata rapi di rak buku, lantai mengkilat, dapur bersih, kamar mandi harum, hmmm...serasa di surga :D hihihi. Ada malaikat yang menyulap! :D hehehe bukan, itu semua berkat tangan mbak Nurul. Sang penolong yang datang jam setengah sembilan pagi kemudian jam dua belas siang meneruskan perjuangannya menolong keluarga lain.
Blio mulai datang meringankan pekerjaan rumahku sejak lahirnya arsyad. Kalau aku sendiri waaah repot bianget!!! Tinggal di kontrakan hanya sama suami, Iin (sekarang di jakarta), si Pus Elek. Ditambah jadi ibu baru yang belum berpengalaman tanpa didampingi mertua maupun orang tua kan repot. Tul gak! *cari dukungan hihihi*. Melihat blio yang dengan begitu cekatannya mampu membereskan seabreg pekerjaan rumah membuatku terbengong-bengong. “Kok bisa, ya” batinku. Kalau aku nyuci baju saja paling cepat tiga jam, belum beres-beres yang lain, duh jadi malu aku. Biasa jadi mahasiswa berantakan bin selebor kok ternyata dibawa sampai rumah tangga, ya ampyuuuuun memalukan dunia persilatan!!! *nah lo* Untuuung gak tinggal sama mertua! Mama (mertua) sampai stress punya mantu selebor hihihi.
Sudah sebulan ini mbak Nurul gak datang karena ada hajatan khitan anaknya, lalu disambung dengan sakit karena kecapekan. Naah, sebulan ini rumahku jadi gayaku. Gimana tuh?
Seperti biasa, Semua terletak di tempatnya. Buku-buku ada di tempatnya *versi akyu lho :P* Tempat buku yang benar adalah di tempat tidur, di meja makan, di ruang tv, di kamar rias, dan di rak buku. Harus ada di tempat tdur karena sambil aku menyusui Arsyad yang lagi mabok susu harus ada buku yang nemenin ngobrol, kalau cuma bengong bisa kerasukan doong. Nah, kalau di meja makan, ayahnya Arsyad nih paling gak bisa makan kalau gak ditemenin buku atau komputer :D hehe. Di ruang tv, biasanya tv yang nonton kita yang lagi ngobrol sama buku atau komputer.
Mbak Nurul sampai stress mberesin barang2 yang berserakan *versinya* :D Tapi blio cukup pengertian dengan kebiasaan kami.
Akhir-akhir ini Mbak Nurul sering gak datang karena sakit. Lah dalam seminggu ada lima keluarga yang ditolongnya. Berarti dalam sehari menolong tiga keluarga. Ya ampyuuuunnn, itu badan dipaksa kerja keras tiap hari, belum lagi pekerjaan di rumahnya sendiri. Pantas saja sering sakit. Jadi gak tega akyu *sok baik mode on* . Mulai minggu lalu kuputuskan untuk memintanya datang tiga kali dalam seminggu. Alhamdulillah sejak minggu lalu blio belum sakit lagi sih, semoga sih tidak sakit lagi. Kadang aku suka minder dengan niatan mulia dan kerja keras blio lho. Mengorbankan perasaan, harga diri, dipandang sebelah mata. Padahal jasanya luar biasa.
Untuk Mbak Nurul, trimakasih buaaaaaaaaannnyyyyaaaak ya. Kalau gak ada njenengan di awal kelahiran Arsyad duuuh gak kebayang repotnya kami.

Malang, Senin 260109

Saturday, January 24, 2009

Oda Bumi Anbiya


Marah!!! mengutuk!!! sakit, pilu, kelu, rasa ini campur aduk menjadi satu menyaksikan kebiadaban Israel terkutuk!!! Tak ada bosan mereka tertawa menyaksikan mayat bergelimpangan di bumi Anbiya. Dunia terpasung, tak mampu berkutik hanya bisa menyaksikan kedzaliman berlangsung! Sampai kapan ini akan berlangsung????

Ada lagu yang dulu pernah dinyanyikan penyanyi Malaysia, Siti Nurhaliza. Lagu ini sudah cukup lama tepatnya aku lupa, namun sering kuputar waktu masih kuliah dulu. Lagu tentang kebiadaban Israel di bumi Anbiya. Judulnya "Oda Bumi Anbiya". Mungkin temans sudah ada yang tahu atau bahkan pernah menyanyikan. Berikut saya copykan lyric-nya.
Kalau ingin mendengarkan lagunya klik aja link ini.

Oda Bumi Anbiya

Meringkuk tubuh mungil
di atas pasir berbumbung langit
entah apalah dosanya
rebah dihujam peluru yang tak bermata

Berkawat lasykar angkuh
di balik jentera perisainya
berselendangkan senjata
tiada belas nuraga nun di hatinya

Reff
Dunia bagai pejamkan mata
serta terpasung tangannya
tidak mampu berbuat apa
sedangkan murka meraja
oh....mengapa...

Mengalir darah merah
di atas bumi suci anbiya
laungan intifada
bergema membakar semangat perjuangannya


Allah!!!!!!..............
Segeralah akhiri pertumpahan darah ini!!!!


Malang, Ahad 250109

Monday, January 5, 2009

Hikayat Si Puss Elek


Arsyad berteriak kegirangan menyaksikan si Miuw (kucing) dan adik-adiknya saat bermain. Kenapa namanya Miuw, karena waktu masih kecil suara ngeongannnya bukan “meoooong!!!” tetapi “miuuuuuuw!!!” lucu banget :D Usianya yang baru tujuh bulan kini besar badannya sudah hampir melampaui ibunya, Pus Elek. Badannya yang montok tidak gemuk tetapi tidak kurus. Rambutnya kuning keemasan, gerakan tubuhnya lincah dan agresif. Namun memiliki suara yang bernada galak. Apalagi jika ia merasa lapar. Suaranya bagaikan sang jenderal yang memerinahkan prajuritnya untuk berangkat perang. Mungkin karena si Miuw kucing cowok kali yaa hehehe... :D

Salah satu kegemaran si Miuw saat ini menggoda adik-adiknya, si Keling dan si Burik. Si Keling Bertubuh gendut, rambut berwarna hitam legam. Karena warna rambutnya itulah kami beri nama si Keling. Perangainya mirip sekali dengan si Miuw waktu kecil; lincah, agresif dan defensif apalagi jika didekati manusia sikapnya langsung waspada. Padahal si Keling cewek lho! Tetapi perangainya bagaikan kucing cowok.

Kalau si burik beda lagi, temans pasti bisa menerka kenapa namanya si Burik. Yup!, karena warna rambutnya yang aneh ada warna hitam dan warna kuning tak beraturan bertebaran. Sebutan yang paling cocok ya memang burik, :( hiks sadis!!! Si Burik memiliki karakter yang bertolak belakang dengan saudaranya si Keling. Tubuhnya kurus, perangainya halus lembut tak punya kewaspadaan sama sekali. Dia sangat senang mendekati manusia. Aku selalu teriak ketakutan setiap didekatinya. Karena jujur aku tak suka kucing, geliii hiiiii :( Tapi kok bisa ada banyak kucing di rumahku? Nanti kuceritakan lebih lanjut deh ;)

Naah sekarang cerita tentang biangnya nih. Induk dari si Miuw, si Keling dan Si Burik. Namanya pus Elek. Karena memang elek (jelek) beneran, sumpah!!! Sudah kurus, rambutnya didominasi dengan warna hitam namun ada warna kuning menyembul di sana sini.' Tul!! fisiknya agak mirip si Burik. Sifatnya agresif, tapi suaranya lembut syahdu merayu, senang dekat-dekat manusia dan pesolek! Suka sekali jilat-jilat sampai rambutnya kinclong mengkilap saking bersihnya :D

Masih ku ingat satu setengah tahun yang lalu tepatnya bulan Juli 2007. Waktu itu hari jum'at. Selesai sholat jum'at mas Wahyu (ayah Arsyad) dan Iin (adik mas Wahyu) mampir pulang ke rumah. Biasa, sekalian makan siang di rumah (sekarang Iin pindah kerja di Jakarta). Yang lain dari biasanya adalah Iin menggendong seekor anak kucing kampung yang jeleknya gak ketulungan!!! Sambil cengar cengir mereka berdua menjelaskan padaku kalau mulai sekarang mereka mengadopsi anak kucing tersebut. Aku yang memang gak suka kucing protes tapi hasil voting sudah ditetapkan. Anak kucing itu menjadi anak angkat kami. Anak kucing yang kemudian kami namai si Pus Elek telah menawan hati mas Wahyu dan Iin. Dengan perbandingan 2:1 aku kalah telak :( hiks... Sejak saat itu rumah kami ramai dengan meongan kucing.

Kenapa Iin dan mas Wahyu benar-benar kepincut sama si Pus Elek. Awal mulanya si Puss Elek kecil suka datang ke kantor Iin dan mas Wahyu. Anak kucing kampung, liar dan jelek. Tetapi tak seperti kucing liar lainnya. Si Puss Elek kecil ini suka sekali mengendus-endus kaki oarang-orang di kantor termasuk Iin dan mas Wahyu. Kalau orang-orang yang lainnya cuek saja bahkan risih saat didekati si Puss Elek kecil (mungkin aku juga begitu :D hehe) tetapi beda dengan mereka berdua.
“Menurutku dia manis, El!” kata Iin
“Meskipun tampangnya memang jelek, tapi dia tetap bisa bersih. Kasihan kalau sampai mati kelaparan” lanjutnya.
“Iyo, lha urusan nyowo je, mesakke!” Sambung mas Wahyu sambil ngelus-elus si Pus Elek.

Berdua kakak beradik itu memang agak aneh. Di kantor mereka dikenal pribadi yang Syerem alias jaim! Eeeh...ternyata lembut dan romantisss...tiss...tis...kalau sama kucing! Urusan dengan kucing, aku pasti kedapatan jadi pemeran antagonis, terkesan bengis :( hiks seddih... Apalagi si kecil Arsyad juga ternyata sangat menyukai kucing, komplitlah kesendirianku dalam dunia kucing. Apakah sekarang aku sudah mulai berani pegang kucing. Jawabannya tetap tidaaak!!! Aku masih tetap geli, apalagi kalau kakiku diendus-endus waaaa!!!....geliiiii!!!....hiiiii....:(

Malang, Senin, 050109

Sunday, January 4, 2009

Gara-gara Batuk


Sudah lima hari ini batukku tak kunjung sembuh. Berbagai obat tradisional maupun yang dari dokter sudah kutelan, tetapi masih saja tak mau hilang. Kalau hanya untuk aku sih gak masalah, tetapi anakku Arsyad yang kukhawatirkan bisa tertulari. Tiap hari memakai masker membuatku agak sulit bernapas, tapi apa boleh buat :(. Dengan itupun Arsyad masih bisa tertular. Sudah dua hari ini dia batuk-batuk kecil. Maafkan bunda ya, sayang.

Aku yang baru punya seorang anak saja sudah dibuat kelimpungan saat anakku sakit. Tak bisa kubayangkan bagaimana perasaan dan kerepotan yang dialami oleh Bu Salim tetangga depan rumahku yang punya enam orang anak dan masih kecil-kecil. Suaminya, Pak Salim bekerja sebagai supir angkot jurusan Arjosari-Gadang Malang. Seminggu yang lalu Bu Salim cerita padaku keenam anaknya terserang batuk pilek bergantian. Secara bergantian sudah diperiksakan dan dimintakan obat ke Puskesmas tetapi hingga sekarang mereka masih belum sembuh. Duuuh, kasihan sekali...

Arsyad memang termasuk anak yang jarang sakit. Mungkin juga karena ASI sehingga daya tahan tubuhnya lumayan bagus. Namun lima bulan yang lalu saat dia umur tiga bulan pernah membuatku stress berat lantaran diare yang tak kunjung sembuh. Waktu itu gara-gara dehidrasi akibat diare dia sampai diopname empat hari di rumah sakit. Pupnya diperiksa di lab, ternyata banyak bakteri yang terkandung. Aku menyalahkan diriku sendiri yang merasa tak becus menjaga anak :(

Pulang dari rumah sakit, Arsyad kembali diare. Kembali pupnya kami periksakan di lab. Ternyata terdapat bakteri Enterobachter Sp. Karena tak disebutkan speciesnya apa jadi aku dan ayah Arsyad hanya menerka bahwa ada kemungkinan bakteri yang menyerang Arsyad adalah Enterobachter Sakazakii yang ramai diperbincangkan di media. Bakteri mengerikan yang terkandung di susu formula bayi. Dokter anak juga mempunyai dugaan yang sama. Karena Arsyad sempat minum susu formula selama sebulan sebelum ASIku lancar ke luar. Kemungkinan selama ini bakteri sudah bersarang di tubuh namun karena daya tahan bagus sehingga bakteri tak menyerang. Namun saat kondisi badan drop, merajalelalah si bakteri jahat itu. Kejam!!!! hiks :(

Hal lain yang dihadapi ibu baru setelah melahirkan adalah perjuangan untuk mengeluarkan ASI. Aku memang termasuk salah satu dari ibu yang beruntung karena masih dapat memberikan ASI eksklusif kepada buah hatiku sampai sekarang. Namun hal ini tak kuperoleh dengan mudah. Setelah melahirkan ASIku tak mau ke luar, sakit luar biasa kurasakan di payudara. Tapi yang lebih sakit adalah hatiku. Hatiku berontak menyaksikan anakku minum susu sapi dari botol sintetis. Padahal Allah telah menciptakan dua “botol” sempurna untuk anakku, mengapa jadi mubadzir begini :( Kupaksa bayi Arsyad untuk tetap ngenyut “botol”ku sampai memerah mukanya lalu menangis karena capek tetapi ASI tak mau ke luar. Arsyad menangis, akupun ikut menangis. Tapi aku terus melakukannya setiap hari demi munculnya ASI. Ditambah pula kugunakan pompa manual untuk membantu melancarkan keluarnya ASI. Hampir putus asa rasanya karena lelah, lecet, merah, sakit fisik dan batin bercampur aduk. Tujuh hari kemudian keluar cairan bening agak kekuningan, alhamdulillah lega sekali rasanya. Kulanjutkan ritualku hingga sebulan kemudian Arsyad tak lagi membutuhkan susu formula dari botol. Horeee... aku menaaaang :D

Batuk yang sudah diderita Arsyad dua hari ini masih membuatku gusar. Tapi yang membuatku tetap bisa tersenyum adalah lantaran tawa ceria yang masih menghiasi wajah mungilnya. Mungkin temans berpendapat aku terlalu over protectif, aaah gitu saja kok dikuatirin. Tapi cobalah mengerti sedikit yang kurasakan. Karena itulah, karena aku tak mau buah hatiku menderita. Karena aku tak mau matahariku tak bersinar ceria. Karena aku tak mau titipan Allah yang paling berharga sampai terlantar.

Untuk matahariku, cepat sembuh ya, sayang :)

Malang, ahad, 040109

Thursday, January 1, 2009

Penghujung Tahun


Desah nafas teratur buah hatiku terdengar begitu merdu. Merasakan hadirnya menghadirkan gelora bahagia tak tergambar. Kian hari Arsyad kian tumbuh menggemaskan. Tahun baru 1430 Hijriyah kami nikmati berdua. Memamerkan gusinya yang belum menyembulkan gigi tiap bundanya selesai salam dari sholat. Bersenandung sholawat berdua, romantis ya :D. Ayah Arsyad mudik untuk menyelesaikan beberapa hal penting. Termasuk menyelesaikan titipanku juga sih :D Trimakasih ya ayah, sayang.

Bermain di depan komputer sambil mendengarkan adzan adalah kegemarannya. Adzan kuputar berulang-ulang tapi dia tetap tidak bosan. Berlagak seperti orang dewasa dia pukul-pukul keyboard, lucu sekali. Hari-hari berjalan begitu cepat. Tak terasa Arsyad sudah berumur 8 bulan. Padahal rasanya baru sehari yang lalu aku melahirkannya. Masih kuhapal betul detik-detik membahagiakan saat menunggu kehadirannya. Subhanallah, Engkau memang Indah, Allah.

Malam ini tahun Masehi tlah berganti. 2009 cukup tua ya. Hingar bingar suara kembang api terdengar dari luar. Parahnya, tetangga depan rumah juga merayakan dengan menyalakan petasan. Arsyad sampai terbangun dari tidurnya lalu menangis lantaran kaget. Haaah... orang-orang yang aneh. Kenapa mesti membuang uang untuk merayakan sesuatu yang tak perlu. Bukankah pergantian tahun sama saja dengan bergantinya hari. Tak ada artinya dirayakan kalau toh dalam menjalani hari tetap sama saja! Masih Hedonis, masih egois, masih materialis!

Padahal hari ini aku mendapatkan dua berita duka sekaligus. Yang pertama siang tadi aku mendapat sms dari iparku Iin. Dia mengabarkan bahwa putera teman kami Ika yang baru berusia satu tahun telah meninggal. Betapa Ika dan keluarganya telah menikmati pergantian tahun dengan ratapan pilu di tengah hingar bingar perayaan! Allah, ampuni kami.
Yang ke dua, beberapa menit setelah pergantian tahun. Temanku Arya tengah bersiap memperjuangkan hidupnya demi kesembuhannya atas kanker otak dan kanker hati. Esok dia akan terbang ke Ghuangzhou, China untuk operasi. Semoga Allah memberikan keselamatan dan kesembuhan baginya.

Ironis! Saudara2 kita di Ghaza yang telah menerima kekejian!.... aahhh...lidahku mulai kelu! maaf aku tak sanggup melanjutkan kata-kata lagi.

Allah, berikan keadilan untuk kami ummatmu yang dholim!
Yang tak sanggup lagi bedakan kesenangan dan kedukaan.!
Yang tak sanggup lagi bedakan gulita dan benderang!
yang tak sanggup lagi mendengarkan jerit bumi yang terus saksikan pertumpahan darah!
yang tak sanggup lagi mendengar jerit tangis pilu anak yatim!

Lalu kudengar lagi desah napas teratur buah hatiku. Darinya kutemukan keindahan dan bahagia. Sekaligus kengerian luar biasa. Akankah kusanggup menjaga amanatMu yang luar biasa? Allah, beri hamba percikan kekuatanMu. Agar sanggup kutapaki jalan...

Penghujung tahun... akhirnya hanyalah permainan waktu...

Malang, Kamis, 010109