Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Tuesday, February 3, 2009

Hikayat Rumah Tua


Dinding-dinding yang mulai rapuh
atap-atap yang mulai retak
kayu-kayu yang mulai lapuk
rumput-rumput yang mulai tumbuh liar

masih ku ingat kala itu
rumah ini begitu megah
dinding dan balok-balok kayunya begitu kokoh
atap tampak berkilau menantang sengatan panas dan deras hujan

keyakinan yang terbangun dari sana
semangat yang terbangun dari sana
harap gemilang yang terbangun dari sana
keberanian yang terpupuk dari sana
bahkan rumput tak berani mengganggu
malu-malu ia hanya berani menyembul di pojok-pojok halaman

kini... semua tlah berubah
permukaan...segala... semua beralih rupa
namun entah bagaimana spirit dalam rumah itu
samakah?... bertambahkah?... atau hilang barangkali
tak ada yang tahu persis

cobalah tanyakan hal itu
pada rumput yang menjadi saksi perjalanan
yah... tanyakan!

Smg, ahad, 281203

Sunday, January 11, 2009

Kasihan ya, Israel!!!

Kasihan ya, Israel!!!
bangsa yang tak mengenal cinta,
sehingga selalu menabur nestapa!

Kasihan ya, Israel!!!
bangsa yang tak pernah rasakan bahagia,
sehingga selalu menebar duka!

Kasihan ya, Israel!!!
bangsa yang selalu gundah,
sehingga tak bisa saksikan kedamaian!

Kasihan ya, Israel!!!
bangsa yang sepanjang zaman
selalu gila perang dan pertumpahan darah!

Kasihan ya, Israel!!!

Malang, Kamis, 080109

Tuesday, January 6, 2009

Tatapan nanar Itu


Tatapan nanar itu...
menghujam menusuk ulu hati
ough....sakkitt...
ditusuk lalu dirobek-robek
hingga darah mengucur deras...
...banjir darah...

Tatapan nanar itu...
tak henti menyoyak-koyakkan hati
membawa serta ratapan pilu
tangisan menyayat...

seorang gadis kecil...
dengan tangan dan kaki gemetar tertunduk lemas
dengan mata bengkak dan suara parau
di samping mayat kakak dan sang ibu bersimbah darah...

Tatapan nanar itu...
tatapan nanar gadis kecil
yang akrab dengan mortir dan dan darah berbau anyir
di Palestin...

lelah ia menangis...
lelah ia menjerit...
hanya sorot mata nanar yang kini nampak...
sorot yang mustinya lembut
berubah nanar, buatku bergidik!!!...

Malang, Selasa, 060109

Tuesday, December 30, 2008

Anakku Sayang...



Anakku sayang....
jangan pernah merasa lelah
saat kau berangkat sendirian tanpa teman
karena mereka beda denganmu
anakku sayang...
jangan pernah bosan tuk belajar
karena ilmu yang kau dapat takkan pernah meninggalkanmu
asal kau amal
anakku sayang...
jangan pernah menyerah karena semesta menanti
uluran dan belaian tangan sucimu
mereka rindu dengan rengkuh kasihmu
sudah penat dengan segala kemunafikan
sudah penat dengan segala kekotoran
sedah penat dengan segala kerusakan terhadap mereka
sentuhan tangan mungilmu...
ahh...semesta damai...
anakku sayang...
jangan pernah berhenti belajar, meski sendiri
semesta setia menanti
anakku sayang...
berjuanglah!!!

Smg, sabtu, 131203

Dulu Mawar Itu


Dulu mawar itu begitu bangga
sepoi angin membelai wajahnya nan ranum merah merona
dulu mawar itu begitu bangga
keharuman dan kecantikannya memikat setiap kupu dan lebah tuk singgah
dulu mawar itu begitu bangga
tak ada perdu dan ilalang yang mengungguli
kebanggaan yang ternyata tiada abadi
tiada yang dapat merajai waktu
tidak juga ia...
ahh...
tak ada lagi rona merah
tak ada lagi keharuman
tak ada lagi kecantikan
karena tak ada yang abadi
kalau saja tiada pernah ada bangga karena kemudaan
pasti tak ada kecewa karena tua
kalau saja tiada pernah ada bangga karena kecantikan
pasti tak ada kecewa karena tak lagi rupawan
kalau saja sang mawar menyadari keabadian Sang Abadi
kalau saja sang mawar menyadari kecantikan Sang Tercantik
tentu tiada pernah rasa bangga dan kecewa itu muncul
sudahlah...
tiada guna menyesal...
mawar itu kini telah gugur
helai demi helai mahkotanya mengering
nikmati saja Sang Tercantik nan abadi
karena ia takkan kalah oleh waktu... takkan...

Smg, jum'at, 121203

Cemaraku

Dari bibir keluar kata-kata mengharu biru semesta
Dari mata tampak sorot redup
tertutup pekatnya awan menggumpal
tak lagi kutemukan sosokmu yang dulu
Cemara tegak yang tak hirau puting beliung
ke manakah cemara kokohku?
kini...
keyakinan hilang serentak gugurnya flamboyan kuning
berserakan... entah ke mana hilang arah
ku coba punguti satu... satu...
kukumpulkan dalam wadah
lalu kukirimkan padamu
harapku kau ambil yakin yang ku kirim
jangankan kau sentuh, melirikpun kau tak mau
lantas salah siapa jika mendung tak mau sirna
ku coba lagi tawarkan paket percaya padamu
kuhiasi bunga warna warni
sikapmu tak beda...
mendung itu kian pekat...gelap...
kata-kata yang keluar tak lagi mengharu biru semesta
namun...
tamparan-tamparan berjuta sembilu
cemaraku kini hanya ranting-ranting kering
yang mudah patah oleh angin

Smg, Selasa, 060104

Suara Alam

sayup-sayup bayu berbisik
hawa dinginnya menyapa wajahku
kabarkan berita buatku bergidik
terdengar teriakan rerumputan, dedaunan, pepohonan
lantang suarakan berita yang sama
tentang kematian...
kematian nurani...
terkoyak-koyak tubuhnya
rubuh beradu dengan riuh gemerlap nafsu
terbangkan aroma anyir menusuk
menyenangkan memang,
bagi drakula-drakula haus darah ratapan anak negeri
bulir-bulir padi dan ilalang tak lagi beda
karena butiran padi tak sudi menyembul
lantaran terlalu lelah bawakan kabar tak jauh beda
tentang kepunahan...
kepunahan kesucian...
tercabik-cabik, terenggut, terlempar
ke dalam tong-tong sampah kemunafikan
melenakan memang,
karena buaian harapan tentang cinta yang disenandungkan
ternyata... tikaman!...

Smg, Senin, 050104

Mimpi Merah

Malam ini kau datang dalam lelapku
membawa sepucuk surat
ku buka lalu ku baca perlahan
kau bilang bergeraklah! bangulah dari mimpimu!
seketika mataku mengucurkan air mata... tak henti
dosa-dosa besar dan kecil terangkum di situ
air mata mengering... berganti darah... dan terus mengucur
perih mataku...
untaian nasihat dalam tulisan itu terjalin indah
begitu manis...
namun perih mata ini kian menjadi
lembaran kertas itu tertetesi darah
seketika berubah merah...
yang terlihat seolah lautan darah...
tangisku menjadi...
kata-kata tak lagi terdengar, tulisan tak lagi terbaca
samar-samar kulihat kau pergi
dalam kabut yang berwarna merah...
hatiku menjerit, jangan pergi!
lidah tak dapat digerakkan
tenggorokan terkunci
kabut merah menebal, kau mengilang...
Lamat-lamat ku dengar adzan...
ahh... subuh...

Smg, ahad, 040104

Yang Ku Tahu

Ku tahu engkau sedang sakit
kum tahu engkau sangat terbebani
ku tahu tiada tang menghiraumu
ku tahu kau butuh pertolongan
karena itu aku datang
meski tak kukenal kau sebelumnya
sedangkan pertemuan kita lantaran ibaku
kelihatan berlebihankah?
kendati itu yang nampak, namun itu benar
ketahuilah, andai kau mampu bercerita...
itu tak perlu, karena diammu lebih dari beribu penjelasan
ketahuilah, meskipun hanya berbekal kekerdilan...
ku ingin berbagi denganmu
ku ingin menghapus dukamu
ku ingin baluri lukamu dengan sejuk air surgawi
ku ingin dengar seluruh kesah dari mulutmu
ketahuilah, bahwa ku tahu yang kau tahu
dan yang orang lain tak mau tahu
ketahuilah, tak penting bagiku
untuk kau tahu bahwa ku tahu dan peduli...

Smg, ahad,281203

Monday, December 29, 2008

Kosong

Bilamana malam ini tak dapat kupenuhi pintamu, maafkanlah
bilamana kemarin tiada pula kutepati inginmu, maafkanlah
bilamana esok tak dapat kuberikan, maafkanlah
maafkanlah karena janji-janji yang tak terpenuhi
maafkanlah karena asa-asa yang tak tergapai
maafkanlah karena harap-harap yang masih kosong
pabila hanya setitik debu yang dapat kuberi, terimalah
pabila hanya setetes air keruh kubagi, terimalah
karena kepapaan masih menaungi
karena kekosongan masih menyelimuti
meski ingin kurajut benang-benang asa itu
meski ingin kujalin untaian mutiara cinta itu
namun masih tetap berpilin-pilin benang itu
dan berserakan tiada arah mutiara itu
sabarlah...
aku takkan pernah menyerah
sebelum kupenuhi pintamu

Smg, sabtu, 271203

Bersama Sepeda

Lelah....
Sekuat tenaga sepeda ku kayuh
namun jalan ini tiada berujung
kram... kakiku kram!
aduuuhhh... tak bisa digerakkan...
Brukk!... aku terjatuh
sepeda menindihku....sakiiiit...

Smg, ahad, 141203

Daging Spesial

Haey!!...apa ini?
bungkusan berisi daginf merah kau beri spesial untukku
katamu,... ini segar lho!
apa maksud ku tak tahu
haey!!...apa ini?
kau suruh kusimpan daging itu tiada boleh kubagi dengan kawanku
mana sanggup kuhabiskan daging itu sendiri
haey!!...apa ini?
kuletakkan di atas pinggan indah menawan
tapi,.. tiba-tiba daging itu tiada merah lagi, tiada segar lagi
dia berubah menjadi kekuningan dikerumuni belatung-beltung
dan..... busuk!!!
haey!!...apa ini?
bungkusan berisi daging merah kau beri ini spesial untukku
katamu... ini segar, lho!
apa maksud, ku tak tahu
yang pasti, dalam sekejab saja daging merah dan segar itu
berubah... busuk!

Smg, sabtu, 131203

Kawanku!

Kawanku!
Kawanku, kutahu ketertindasan yang kau terima sungguh menyakitkan
kawanku, kutahu ketidakadilan yang kau terima sungguh menyebalkan
kawanku, kutahu penderitaan yang kau hadapi sungguh membelenggu
lawan, kawanku!...lawan!
betepapun sakit, kau harus tindas semua penindasan!
betapapun sesak dadamu, kau harus adili ketidakadilan!
betapapun belenggu itu, kau harus bebaskan penderitaan!
kawanku, sungguh jangan risau
meskipun seluruh manusia menolakmu, kau tak sendiri
kawanku, sungguh jangan resah
meskipun seisi dunia tak menerimamu, kau tak sendiri

kawanku, sungguh jangan gusar
meskipun bumi ketidakterkenalan menenggelamkanmu, kau tak sendiri
di sini...kawanmu yang meskipun lemah
takkan pernah berhenti menyertai langkahmu
lawan, kawanku!... lawan!

Smg, Sabtu, 131203

Hari Ini

Hari ini aku pulang dengan sahabatku yang setia, lelah
hari ini aku tidur dengan karibku yang setia, lelap
hari ini aku pergi dengan kawanku yang setia, langkah
hari ini aku perang dengan sobatku yang setia, kalah
aku bahagia...
sahabatku tak pernah berhianat, bahkan meninggalkan
aku bahagia...
mereka selalu ada dan menyayangiku
paling tidak,..
mereka sudah cukup untuk hari ini
esok?...ah, itu kan masih lama...
kau tanya apa yang kukerjakan esok?
ah...lagi-lagi esok...
kenapa mesti esok hari?
kalau toh masih ada hari ini
bagiku,.. hanya ada hari ini
hari ini yang terus menerus, tiada esok
kalau saja kau tanyakan apa yang kukerjakan hari ini
pasti kan kujawab aku sedang belajar...
belajar mengakrabimu
belajar mengakrabi sahabatku
belajar mengakrabi diriku
karena sungguh...
setiap hari mereka semua berubah
dan untuk esok...aku tak tahu
paling tidak, hari ini aku sudah mengenal sahabatku
entah esok...

Smg, jum'at. 121203

Sunday, December 28, 2008

Tangan-Tangan Mungil


Langkah-langkah kecil dari kaki-kaki mungil itu
tawa riuh renyah dari mulut-mulut mungil itu
air mata tangis dari mata-mata bening itu
begitu bebas tanpa beban
dari tangan-tangan mungil itulah
segala perubahan dimulai
perombakan dan penataan balok-balok bangunan
dari tangan-tangan mungil itu
Dia bergerak seiring...
kepolosan mereka membuatku minder sekaligus bergidik...

Smg, Kamis, 111203

Inilah Hidup

Tentang seorang musafir buta
di mana perjalanan tak lagi beda antara gelap dan terang
tentang musafir pincang
di mana perjalanan tak lagi beda antara terseok dan berlari
tentang musafir tuli
di mana perjalanan tak lagi beda antara riuh dan senyap
tentang musafir bisu
di mana perjalanannya tak lagi beda antara umpatan dan bisikan
inilah hidup
di mana manusia tak boleh berhenti bergerak
inilah hidup
di mana kaki selalu tertuntut untuk melangkah
inilah hidup
di mana manis dan pahitnya harus dicecap
inilah hidup
di mana proses takkan pernah berhenti
inilah hidup
di mana hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang tak pernah taku mati
kepada pohon-pohon yang tiada lelah meneduhkan alam
kepada ilalang yang tak pernah terusik meski topan datang
kepada musafir buta, musafir pincang, musafir tuli dan musafir bisu
yang tiada lelah menyusuri jalan
kepada burung-burung yang tiada lelah untuk terbang
dari merekalah kesejatian diri nampak
dari merekalah semangat terus dikobarkan
dari merekalah Tuhan jelas hadir...

Smg, Rabu, 101203

Tentang Burung

Tentang Burung
Kepada langit engkau menuju
kepada bumi engkau hanya memandang
kepada angin engkau minta bantuan
kepada hujan engkau tak hirau
tak henti kau kepakkan sayapmu
tak lelahkah, kau?
tak inginkah kau kembali ke sangkarmu?
di sana ibumu setia menunggu
merajutkan hangatnya daun-daun dan ranting kering untukmu
di sana saudaramu menunggu
memendam kerinduan menggebu
di sana gusar ayahmu menanti
tak lelahkah engkau?
kepada awan engkau berteduh
kepada panas engkau berkawan
kepada petir engkau berkelit darinya
kepada diri engkau hanya percaya
tak lelahkah, kau?
tanpa pesan engkau menghilang
tanpa hirau rasa sekeliling kau terbang
terbang tuk raih asamu...
tinggi...sudahkah tergapai?
kepada apapun asamu itu, semoga kau raih
kepada sayapmu yang tak kenal lelah,
semoga tetap utuh tak pernah patah
kepada yang menantimu,
mereka takkan pernah bosan
mereka takkan pernah keberatan
menerimamu bila kau tlah raih ataupun lelah...

Smg, selasa, 091203

Lembaran Usang

Telah terkuak berbagai lembaran usang itu
kata-demi kata dari untaian kalimat tak jelas
mulai terbaca
namun tak jua tertemukan jawab atas berbagai tanya
yang selalu menggelendot di relung dada
kekerasan yang ada dalam rongga
berupa gumpalan darah itu kian menjadi
hingga...
segala isyarat yang Kau toreh
lewat lembaran usang itupun tak terbaca...

121103

Legam 2

Masih terasakan oleh tanganku
nyeri akibat menggores batu hitamku
masih kucoba tuk terus menggosoknya
namun tak jua nampak kilaunya...

Smg, Senin, 290903

Bosan

Hari ini kau datang lagi
dan ini membuatku bingung
ceritamu tentang ini dan itu
membuat kepalaku semakin pusing
sambil terisak dan mengiba
kau mencoba mengusik nuraniku
tapi, aku sudah bosan
telah kuhafal untaian kata demi kata
yang keluar dari mulutmu
terkadang aku berpikir,
tak bosankah kau selalu berkutat
dengan hal itu, hal yang sama
kau bilang kau menyesal,
namun selalu kau ulangi...

Smg, Jum'at, 190903