
Aku lelah malam ini
begitu penat dan mencekam rasanya
ku ingat kemarin malam
iblis menghampiriku
dia menyapaku ramah sekali
kuliat makin gemuk saja dia
aku diajaknya berkeliling di negerinya
aku menolak, tapi ia terus membujuk'
akhirnya aku mengikutinya
ternyata negeri ini sungguh asyik dan heboh
aku terhenyak sesaat
sempat terbersit ingin segera pulang ke negeriku,
namun dia semakin membawaku menyusuri negerinya
hingga aku terlupa dan larut
seperti sebuah ekstase...
Tiba-tiba mataku silau oleh cahaya...
Ah ternyata sang surya telah bertengger tinggi
aku tak melihat si fajar
apa yang telah terjadi?
aku sangat pusing...
oh...tadi malam
aku berjalan-jalan di negeri si iblis yang semakin gemuk
di pojok ruang kulihat nurani menangis tersedu
air matanya mengucur deras
kucoba menghiburnya dengan mendekapnya...
tapi nurani malah semakin keras menangis
aku bingung...
Hari ini aku akan kembali melanjutkan perjalananku
untuk mencari sesuatu yang belum kutemukan
tetapi tak seperti biasanya, nurani tak mau ikut
dia minta agar ditinggalkan karena ingin menangis seharian
ya sudah... aku meninggalkannya
baru kali ini aku merasakan berat perrjalananku tanpa nurani ikut bersama
hari ini si kaki protes habis-habisan
lelah dan sakit ia selalu bersentuhan dengan kerikil dan batu tajam
si mata terkantuk-kantuk
karena lelah dengan perjalanan malamnya
apalagi dalam tiap perjalanan sebelumnya ia selalu kerjasama dengan nurani
dan hari ini, nurani tak mau ikut
hingga malam pun tiba..
aku tetap tak menemukan yang kucari
aku pulang...
kujumpai nurani duduk termangu
aku bilang, leleh berjalan tanpanya
berlipat-lipat rasanya
aku minta maaf padanya...
aku ingin ia kembali badaku
selalu berjalan bersamaku
dia mengangguk lalu berkata
jangan lagi kau penuhi ajakan si iblis
karena kalau tidak, aku yang menyingkir...
Smg, Jum'at, 190903
Tuesday, December 30, 2008
Petualanganku
Posted by
elly fithriyanasari
at
Tuesday, December 30, 2008
2
comments
Labels: religi
Anakku Sayang...

Anakku sayang....
jangan pernah merasa lelah
saat kau berangkat sendirian tanpa teman
karena mereka beda denganmu
anakku sayang...
jangan pernah bosan tuk belajar
karena ilmu yang kau dapat takkan pernah meninggalkanmu
asal kau amal
anakku sayang...
jangan pernah menyerah karena semesta menanti
uluran dan belaian tangan sucimu
mereka rindu dengan rengkuh kasihmu
sudah penat dengan segala kemunafikan
sudah penat dengan segala kekotoran
sedah penat dengan segala kerusakan terhadap mereka
sentuhan tangan mungilmu...
ahh...semesta damai...
anakku sayang...
jangan pernah berhenti belajar, meski sendiri
semesta setia menanti
anakku sayang...
berjuanglah!!!
Smg, sabtu, 131203
Posted by
elly fithriyanasari
at
Tuesday, December 30, 2008
0
comments
Labels: puisi
Dulu Mawar Itu

Dulu mawar itu begitu bangga
sepoi angin membelai wajahnya nan ranum merah merona
dulu mawar itu begitu bangga
keharuman dan kecantikannya memikat setiap kupu dan lebah tuk singgah
dulu mawar itu begitu bangga
tak ada perdu dan ilalang yang mengungguli
kebanggaan yang ternyata tiada abadi
tiada yang dapat merajai waktu
tidak juga ia...
ahh...
tak ada lagi rona merah
tak ada lagi keharuman
tak ada lagi kecantikan
karena tak ada yang abadi
kalau saja tiada pernah ada bangga karena kemudaan
pasti tak ada kecewa karena tua
kalau saja tiada pernah ada bangga karena kecantikan
pasti tak ada kecewa karena tak lagi rupawan
kalau saja sang mawar menyadari keabadian Sang Abadi
kalau saja sang mawar menyadari kecantikan Sang Tercantik
tentu tiada pernah rasa bangga dan kecewa itu muncul
sudahlah...
tiada guna menyesal...
mawar itu kini telah gugur
helai demi helai mahkotanya mengering
nikmati saja Sang Tercantik nan abadi
karena ia takkan kalah oleh waktu... takkan...
Smg, jum'at, 121203
Posted by
elly fithriyanasari
at
Tuesday, December 30, 2008
0
comments
Labels: puisi
Lelaki Jujur, Beneran Ada Nih
Suatu sore, seorang pemuda datang ke sebuah restoran yang menjual ayam goreng dan membeli 9 potong ayam. Ia membawa ayam gorengnya ke taman, untuk dinikmati bersama kekasihnya di bawah sinar rembulan yang romantis.
Ketika membuka bungkusan ayam goreng itu, pemuda itu terkejut. Bukan ayam yang didapatinya, melainkan uang hasil penjualan restoran itu sebanyak 10jt rupiah. Pemuda itu kemudian mengembalikan uang itu dan meminta ayam goreng sebagai gantinya.
Pemilik restoran, merasa kagum atas kejujuran si pemuda, menanyakan namanya dan mengatakan hendak menelpon wartawan surat kabar dan stasiun televisi agar membuat cerita tentang si pemuda. Ia akan menjadi pahlawan,sebuah contoh nilai kejujuran dan moral yang akan mengilhami yang lain!
Namun pemuda yang sedang lapar itu menolaknya. "Kekasihku sedang menunggu. Aku hanya ingin ayam gorengku."Pemilik restoran menjadi semakin kagum atas sikap si pemuda yang begitu rendah hati. Ia memohon agar diijinkan menceritakan kejadian itu kepada wartawan. Pada saat itulah si pemuda jujur menjadi marah dan meminta ayam gorengnya.
"Aku tidak mengerti" kata pemilik restoran. "Anda adalah satu-satunya pemuda jujur di tengah dunia yang tidak jujur! Ini merupakan suatu kesempatan yang baik untuk mengatakan kepada dunia bahwa masih ada orang-orang jujur yang mau bertindak benar. Saya mohon, beritahukan nama Anda dan juga nama wanita itu. Apakah ia istrimu?" "Itulah masalahnya," kata si pemuda. "Istriku ada di rumah. Wanita di dalam mobil itu adalah kekasihku. sekarang berikan ayamku agar aku dapat pergi dari sini."
Posted by
elly fithriyanasari
at
Tuesday, December 30, 2008
2
comments
Labels: humor
Cemaraku
Dari bibir keluar kata-kata mengharu biru semesta
Dari mata tampak sorot redup
tertutup pekatnya awan menggumpal
tak lagi kutemukan sosokmu yang dulu
Cemara tegak yang tak hirau puting beliung
ke manakah cemara kokohku?
kini...
keyakinan hilang serentak gugurnya flamboyan kuning
berserakan... entah ke mana hilang arah
ku coba punguti satu... satu...
kukumpulkan dalam wadah
lalu kukirimkan padamu
harapku kau ambil yakin yang ku kirim
jangankan kau sentuh, melirikpun kau tak mau
lantas salah siapa jika mendung tak mau sirna
ku coba lagi tawarkan paket percaya padamu
kuhiasi bunga warna warni
sikapmu tak beda...
mendung itu kian pekat...gelap...
kata-kata yang keluar tak lagi mengharu biru semesta
namun...
tamparan-tamparan berjuta sembilu
cemaraku kini hanya ranting-ranting kering
yang mudah patah oleh angin
Smg, Selasa, 060104
Posted by
elly fithriyanasari
at
Tuesday, December 30, 2008
0
comments
Labels: puisi
Atasi Kulit Kusam dengan Relaksasi

*bersihkan wajah dengan air hangat
*tidur terlentang, tempelkan handuk hangat pada wajah 10 menit
*siapkan mentimun dingin, iris bulat 4 keping
*letakkan di atas mata terpejam masing-masing 1 keping
*sisanya letakkan di atas pipi bawah mata
*diamkan handuk/washlap dingin lalu tepuk2 ke wajah
Posted by
elly fithriyanasari
at
Tuesday, December 30, 2008
0
comments
Labels: beauty
Suara Alam
sayup-sayup bayu berbisik
hawa dinginnya menyapa wajahku
kabarkan berita buatku bergidik
terdengar teriakan rerumputan, dedaunan, pepohonan
lantang suarakan berita yang sama
tentang kematian...
kematian nurani...
terkoyak-koyak tubuhnya
rubuh beradu dengan riuh gemerlap nafsu
terbangkan aroma anyir menusuk
menyenangkan memang,
bagi drakula-drakula haus darah ratapan anak negeri
bulir-bulir padi dan ilalang tak lagi beda
karena butiran padi tak sudi menyembul
lantaran terlalu lelah bawakan kabar tak jauh beda
tentang kepunahan...
kepunahan kesucian...
tercabik-cabik, terenggut, terlempar
ke dalam tong-tong sampah kemunafikan
melenakan memang,
karena buaian harapan tentang cinta yang disenandungkan
ternyata... tikaman!...
Smg, Senin, 050104
Posted by
elly fithriyanasari
at
Tuesday, December 30, 2008
0
comments
Labels: puisi

